In Expectation of...

Satu hal yang berulang kali ditekankan dalam program-program di Karmarati terkait proses transformasi adalah beginner’s mind. Apa itu? Dan bagaimana bentuknya dalam keseharian?


Buat saya pribadi, hal ini berhubungan dengan melepaskan ambisi dan ekspektasi. Karena kedua hal tersebut melahirkan penilaian yang cukup tajam atas diri, situasi, atau orang lain. Kita suka secara tidak sadar menempelkan label-label tertentu ke dalam diri, situasi, atau kepada orang sebagai alat ukur yang sebenarnya tidak proporsional. Karena dengan mengetahui ukuran sesuatu, I feel safe and things are within my reach.


Pyramid of Chi, Ubud, Bali.


Namun tentu saja tidak begitu kenyataannya. Situasi tidak mengenakkan itu tidak terhindarkan dan saat kita mengalami kekecewaan yang tidak masuk dalam ukuran yang kita buat, kita pun melempar tanggung jawab ke luar tanpa mau melihat kontribusi apa yang kita sumbangkan ke dalamnya. Kita membatasi diri melalui ambisi 'untuk mengejar sesuatu' dan ekspektasi ‘untuk tidak mengalami kekecewaan’ lagi.


We want the calm after the storm. Yet we fail to understand that just like storm won’t last, so does the calm.

So what do we do to get through? And why do we often feel obliged to get through? Why staying is seldom an option?

7 views0 comments