The Trap of Desperation

Updated: Jan 28

Sebuah relationship, dalam pembahasan terkait gaslighting, melibatkan dua orang: pelaku dan penerima. Dan keduanya membutuhkan sesuatu dari satu sama lain sehingga membentuk keterikatan yang panjang. Dari sisi penerima, ada kebutuhan seperti approval, pengakuan, perhatian, atau kasih sayang dari pelaku, sehingga pelaku ingin mengendalikan kebutuhan itu dan menancapkan kontrol yang tinggi dalam hubungan.


Hubungan yang memiliki keterikatan tinggi dalam waktu yang panjang ini bisa terjadi dalam kehidupan berkeluarga, lingkungan sosial, pekerjaan, juga hubungan berpasangan. Obyek penerima perlakuan gaslighting biasanya memiliki sesuatu yang berbentuk ‘desperation’, misalnya attention, approval, atau love. Dan dia berpikir bahwa sumber pemenuhan itu ada dan bisa diperoleh di diri pelaku. Hal ini bila berjalan dalam waktu yang lama bisa menjadi lingkaran tidak sehat karena masing-masing tidak bisa melepaskan diri, terutama penerima. Dan dalam periode yang panjang, pertukaran peran pun dapat terjadi tergantung dari konteks hubungan tersebut.


Desperation yang dibicarakan di sini adalah soal perasaan kurang. Penerima merasa kekurangan sesuatu dan harus mendapatkannya dari pelaku. Jadi penerima sendiri yang memiliki ekspektasi terhadap pelaku dan mengaitkan ekspektasi tersebut kepada pelaku.


Mengapa mengaitkan ekspektasi atas kekurangan diri sendiri ke orang lain sebagai sumber pemenuhan? Bisakah kita memenuhi kebutuhan ini sendiri tanpa desperately mengaitkannya ke orang lain? If we are desperate for attention, can we give it to ourselves?


But how do we give from a place of lacking?

Secara filosofis, sebenernya sebagai jiwa atau soul, kita itu sudah penuh/cukup. Namun yang membuat segala itu sepertinya terbatas, merasa kecil, dan kurang adalah pikiran dan belief system kita sendiri. Jadi ini yang perlu dimodifikasi, agar bisa mencari sumber pemenuhan itu ke dalam diri sendiri, bukan ke orang lain, yang dalam beberapa kasus membuat kita menjadi korban; manipulasi, gaslighting, atau bentuk abuse lainnya.


Read part 2 The Crave, The Addiction


4 views0 comments

Recent Posts

See All